Langsung ke konten
World Cup Pulse
Kembali ke semua berita
PertandinganThe Guardian Football0 kali dilihatTerjemahan mesin

Bosnia dan Herzegovina di ambang babak gugur setelah mengalahkan Qatar.

Bosnia dan Herzegovina selalu tahu bahwa meningkatkan jumlah gol yang mereka cetak akan meningkatkan peluang mereka untuk melaju ke babak gugur untuk pertama kalinya. Maka tidak heran jika ribuan pendukung mereka menjadi histeris ketika Ermin Mahmic menambahkan gol ketiga yang berpotensi krusial dalam kemenangan yang menyingkirkan Qatar. Gol terbaik pertandingan itu tak diragukan lagi milik pemain muda berbakat berusia 18 tahun, Kerim…

Bosnia dan Herzegovina di ambang babak gugur setelah mengalahkan Qatar.
Sumber: The Guardian Football

Bosnia and Herzegovina always knew boosting their goals-scored column would enhance their chances of advancing to the knockout stage for the first time. It was no wonder, then, that thousands of their supporters went berserk when Ermin Mahmic added a potentially crucial third goal in a victory that eliminated Qatar. The goal of the game undoubtedly belonged to the exciting 18-year-old Kerim Alajbegovic, but Mahmic’s sealed a win that means a last-32 date with the USA in Santa Clara, at the home of the San Francisco 49ers, is the most likely scenario from here.

It was impossible to ignore the sense that Bosnia and Herzegovina’s head coach, Sergej Barbarez, was keeping his powder dry by keeping Alajbegovic on a leash of sorts after declining to start the teenager in their opener against Canada. After all, Alajbegovic was instrumental in Bosnia and Herzegovina arriving to this point, entering as a gamechanging substitute in playoff wins over Wales and then Italy, scoring penalties in both shootout victories, including the decisive spot-kick in Cardiff.

Continue reading...
Bagikan

The Guardian Football

Anda membaca pratinjau. Baca berita lengkap di sumbernya.

Lanjutkan membaca di The Guardian Football