Langsung ke konten
World Cup Pulse
Kembali ke semua berita
PertandinganThe Guardian Football0 kali dilihatTerjemahan mesin

Serangan gencar Inggris di babak kedua melawan Kroasia gagal menutupi kelemahan pertahanan | Jacob Steinberg

Meskipun para penyerang bersinar, penampilan Dallas memperlihatkan pertahanan yang goyah yang mungkin akan merugikan Thomas Tuchel dan Inggris di babak akhir turnamen. Ketika Thomas Tuchel memenangkan Liga Champions bersama Chelsea pada tahun 2021, kesuksesan itu dibangun di atas ketangguhan pertahanan yang tak tergoyahkan dan disiplin lini tengah. Namun, lima tahun kemudian, Inggris asuhan Tuchel tidak menunjukkan kualitas tersebut selama babak pertama yang mengerikan di…

Serangan gencar Inggris di babak kedua melawan Kroasia gagal menutupi kelemahan pertahanan | Jacob Steinberg
Sumber: The Guardian Football

Even as forwards shine, Dallas performance exposes shaky defence that may cost Thomas Tuchel and England dear come the tournament’s sharp end

When Thomas Tuchel won the Champions League with Chelsea in 2021 the success was built on unflinching defensive rigour and midfield discipline. Five years on, though, Tuchel’s England displayed neither of those qualities during a dreadful first half in Dallas. They kept losing the ball in dangerous areas, struggled to maintain their shape without the ball and were rocking when Croatia stung them with a second equaliser just before half-time.

The vibe could hardly have been less convincing. Anthony Barry, Tuchel’s No 2, let rip in an interview with ITV, accusing England of doing all the wrong things, of playing with “a nervous energy”, of making everything “confused and complicated” against opponents well versed in making their craft and experience in midfield count.

Continue reading...
Bagikan

The Guardian Football

Anda membaca pratinjau. Baca berita lengkap di sumbernya.

Lanjutkan membaca di The Guardian Football