Langsung ke konten
World Cup Pulse
Kembali ke semua berita
PemainThe Guardian Football0 kali dilihatTerjemahan mesin

Iran mampu mengatasi perpecahan internalnya selama 90 menit, kemudian masalah lama kembali muncul.

Dukungan di LA mencakup pendukung rezim masa lalu dan sekarang, serta penentang keduanya, tetapi pertandingan yang memikat semua orang tidak dapat melenyapkan masalah. Sepak bola mempersatukan. Itulah yang selalu kita dengar. Sepak bola datang dengan megah dalam keanggunan para pemainnya, dan memberi suatu bangsa – bangsa mana pun – sesuatu untuk dipersatukan di saat senang maupun susah. Memang benar, hal itu kadang-kadang terjadi. Tetapi di waktu lain, seperti dalam hasil imbang 2-2 pada hari Senin antara…

Iran mampu mengatasi perpecahan internalnya selama 90 menit, kemudian masalah lama kembali muncul.
Sumber: The Guardian Football

Support in LA included those of past and present regimes, and opponents of both, but a match that captivated all could not dissolve troubles

Soccer unites. This is what we are told. It swoops in, majestic in the players’ grace, and gives a people – any people – a thing to rally around in good times and bad. It’s true, that does happen on occasion. But other times, as in Monday’s 2-2 draw between Iran and New Zealand here in southern California, the magic of this ridiculously simple game lies in its power to make one, or several, or several thousand, forget.

Before the game, Iranians worldwide had been divided by decades of political and cultural difficulty and the Iran team were hamstrung by interrupted preparations for what should be the pinnacle of any players’ career.

Continue reading...
Bagikan

The Guardian Football

Anda membaca pratinjau. Baca berita lengkap di sumbernya.

Lanjutkan membaca di The Guardian Football